Maaf ga da fotonya, lain kali saya fotoin deh dan akan saya posting di tulisan saya selanjutnya. Malam jumat tepatnya kali ini saya menjelajahi makam keramat seorang pesohor seorang ulama seorang pendakwah seorang kiyai seorang alim muallim. Di nisan makamnya hanya bertuliskan Mbah Boyong. Ditelisik dari lingkungan setempat, tak ada satupun yang tau pasti siapa dia sebenarnya, nama aslinya siapa, asalnya dari mana, keturunan siapa, hidup sezaman dengan siapa, anak keturunannya siapa, tahun berapa dia hidup maupun meninggalnya.
"Makam Keramat Mbah Boyong" begitu tertulis tegak di papan plank di pinggir jalan Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Tepatnya di daerah Cikeas, 2 Km dari Rumah Pak SBY dan 200 m dari Asrama/Mess/Perumahan Paspampres. Makam ini tepat dibawah pohon besar, dan sekitarannya dikelilingi kuburan warga Bojongnangka, masuk kedalam makam ini berjalan sekitar 300 m dengan dikelilingi pepohonan jati dan seperti hutan begitulah.
Keyakinan saya tentang Mbah Boyong dia adalah sesepuh atau karuhun Bojongnangka Cikeas yang mana semasa hidupnya dia mengajarkan islam dan mendakwahkan islam sehingga islam ada di bumi Bojongnangka Cikeas sampe sekarang, dialah muballigh dan pendakwah sejati yang semasa hidupnya berkelana memboyong perlengkapan makan dan tidur kemana-mana demi mengajarkan tauhid kepada Allah, dia yang tidak memikirkan keduniawiannya. Kalo sekarang seperti orang jamaah tabligh yang pergi keluar di jalan dakwah, berhari-hari, berbulan-bulan tidak pulang ke rumah muasalnya.
.... Lanjut baca kelanjutan cerita saya di Part 2. Sekian dan sampai jumpa!
No comments:
Post a Comment